Simulasi ketiga kembali digelar…
Ahidi tertidur bukan berarti buta mata hatinya, hanya saja.. perjalanan jauh nya itu membuat ia kelelahan, maklumlah karena keinginannya yang menggebu untuk segera mendapat jawaban atas misteri-misteri yang menyelimuti hidupnya selama ini..
Sebentar saja Ahidi tertidur lelap, lalu ia terbangunkan oleh gemuruh langkah-langkah kuda perang yang ditunggangi oleh sosok-sosok prajurit pilihan, jumlah mereka banyak… di belakang pasukan berkuda itu datanglah lagi segerombolan pasukan pejalan kaki yang tak kalah gagahnya dengan pasukan berkuda… Pasukan berkuda berlari cepat dan berfungsi untuk membuka lahan bagaikan pesawat-pesawat tempur militer di zaman sekarang, sedangkan pasukan pejalan kaki berfungsi untuk menduduki dan menguasai wilayah target penyerangan… Rupanya mereka adalah pasukan-pasukan pilihan dari kelompok I, mereka berbaris di belakang I seolah-olah menunggu intruksi penyerangan…
Satu intruksi titah SANG RAJA rupanya mendapatkan respon yang berbeda dari ketiga pihak…
Kelompok M, menerima intruksi itu dengan lapang dada..
Kelompok A, menerima intruksi itu sebagai amanat yang berat dan ia pun siap mengembannya…
Kelompok I, belumlah mau menerimanya… I sebagai ketua kelompok masih melakukan negosiasi dengan SANG RAJA…
Dan I pun bertanya pada SANG RAJA,”… Wahai Tuanku, bukankah aku ini lebih unggul daripada kelompok A? mana mungkin aku tunduk kepada mereka? bahkan aku hanya mau tunduk kepada-Mu dan bukan kepada budak-budak yang hina dan bodoh itu, bukankah ketundukkan itu hanya untuk-Mu wahai Rajaku…? Aku hanya ingin mengabdi kepada-Mu, tidak kepada yang lainnya…”
SANG RAJA menjawab,”Kalau kau ingin mengabdi kepadaku, maka tatilah dia, Aku telah jadikan A dan kelompoknya untuk memimpin kalian agar tunduk patuh kepada-Ku…Ikutilah kepemimpinannya, niscaya kalian akan selamat selamanya..!
I masihlah beralasan,”Aku tak mau dipimpin oleh sesuatu yang lebih rendah derajatnya daripadaku, aku lebih senior, aku lebih berpengalaman, aku lebih kuat, aku lebih pintar, bahkan aku telah membuktikan ketaatanku kepada-Mu dalam waktu yang cukup lama, sedangkan ia hanyalah budak yang baru muncul dan tak mengerti apa-apa, lemah, bahkan lebih hina dariku..”
SANG RAJA kembali menjawab,”Akulah yang akan mengajarinya sehingga ia bisa menjalankan tugasnya, siapapun yang tidak mau mengikuti perintah-Ku maka carilah kerajaan lain selain Kerajaan Ku, Pergilah kau!!! dan pastilah kau tak akan pernah menemukannya..”
I kembali menjawab.”Ya, Aku tidak akan pernah menemukannya wahai Tuanku, karena aku yakin dengan sebenarnya bahwa tiada kerajaan selain kerajaanmu, tapi aku enggan tunduk kepadanya… Tidakkah Kau mengerti maksud baikku ini wahai Raja-Ku…? Kalaulah begitu keputusan-Mu, maka aku akan buktikan bahwa mereka yang Kau anggap mulia itu takkan mampu mengemban amanat-Mu. Dan demi kemuliaan-Mu itu, ijinkanlah aku untuk membuktikan kelemahan mereka kepada-Mu, ijinkan aku untuk mengganggu dan menyesatkan mereka, berilah aku waktu untuk membuktikan kebenaran ucapanku ini, dan kau akan melihat bahwa kebanyakan mereka adalah budak-budak yang membangkang kepada-Mu”.
SANG RAJA berkata,"Aku ijinkan engkau, dan ketahuilah bahwa engkau takkan pernah bisa menyesatkan hamba-hamba yang ikhlash mengabdi kepada-Ku… Sejak saat ini, Aku vonis engkau sebagai kelompok yang melawan Kerajaan-Ku, pergilah dari hadapan-Ku sampai waktu yang Kutentukan..!"
I masihlah menimpal SANG RAJA,” Wahai Rajaku, aku pun berjanji bahwa mulai saat ini aku dan seluruh pasukanku baik yang berkuda maupun yang berjalan kaki akan mengusung dan menyesatkan mereka dari segala arah dan cara hingga kebanyakan mereka menjadi pengikut kerajaan ku… pengikut yang Kau katakan sebagai para pembangkang yang makar pada Kerajaan-Mu…!"
Akhirnya sang Iblis pun keluar dari majelis itu, menyusun serta menggalang kekuatan bersama pasukan infanteri dan kavalerinya untuk berjuang mewujudkan cita-cita yang satu yakni menghalangi manusia menjalankan pengabdian kepada Allah sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, menghancurkan kerajaan Allah yang diamanatkan kepada sang khalifah,menjauhkan manusia dari kerajaan-Nya sehingga kebanyakan manusia akan tersesat dari jalan-Nya, maka jadilah mereka pengikut Iblis, bersama-sama dalam gerbong kejahiliyahan membangun kerajaan sendiri yang keluar dan lepas dari ketentuan Allah SWT...
Pasukan Iblis akan mengepung manusia dari depan, belakang, kiri dan kanan, melakukan tipu daya , bersekutu dengan orang-orang yang dicintai dan memberikan janji-janji palsu untuk satu tujuan, membuktikan tegaknya kesesatan yang terlanjur basah karena kesombongan. Semakin kesombongan itu ada dan tak mau hilang, maka semakin jauhlah ia dari petunjuk Allah SWT, semakin jauh ia dari pusat kerajaan yang diridhoi-Nya… Bahkan sebaliknya, kesombongan dan kedengkian manusia membuat mereka semakin dekat dan terikat kuat , masuk dalam medan magnet kerajaan Iblis yang telah keluar dari lingkaran rahmat Allah SWT… laknat dari Allah bagi mereka yang memberikan hatinya pada Kerajaan Iblis!
Sang Iblis pun lupa atas kekonyolannya …Takabur telah membutakan hatinya dari kebenaran, takabur telah membuatnya menolak Kerajaan Allah, takabur telah membuatnya enggan mengikuti sistem peribadatan yang telah ditentukan-Nya, takabur menjadikan dirinya merasa lebih mulia sehingga memandang orang lain hina di hadapannya…
Ahidi menangis melihat tampilan simulasi tiga dimensi itu, ia pun tersungkur sujud… Benaknya teringat pada suatu hari di saat ia benar-benar berkarakter Iblis, di saat ketakaburan itu muncul pada dirinya.. Astaghfirullaahal’azhiim… Rupanya Ahidi pernah takabur… Ya..ketika di tengah upaya perjuangannya mengusung perubahan dengan super gigih, ia pernah bertemu seorang lelaki tua…
To be continued…
Langganan:
Komentar (Atom)
