SIMULASI TEMPUR - Cinta Ahisla (Part-7)



Perlahan-lahan Ahidi memasuki gua itu.. kegelapan menyelimuti berbagai misteri yang terjadi di dalamya, semakin Ahidi membelalakkan matanya, maka suasana pun semakin gelap… Ahidi teringat salah satu nasehat Sang Guru,”kedua matamu akan menangkap cahaya matahari, tapi mata hatimu akan menangkap cahaya Ilahi…”

Akhirnya Ahidi memejamkan kedua matanya dan mencoba menggunakan antena hatinya... sedikit-demi sedikit, tabir kegelapan mulai terbuka, terlihat titik-titik cahaya mulai menghiasi dinding-dinding gua… semakin terang.. semakin jelas.. dan semakin tampak… Maka ia pun melihat seraya berbisik,” Ooo.. Inikah Negeri di awan..??”



Di negeri ini diajarkanlah arti berbagai nama; ketundukkan dan pembangkangan, integritas dan indisipliner, loyalitas dan bermuka dua, harapan dan keputusasaan, kemenangan dan kekalahan, petunjuk dan tipu daya, kedengkian dan penghormatan, permusuhan dan perdamaian, kesombongan dan kerendahan hati, kemuliaan dan kehinaan… dan segudang kata yang saling berlawanan sebagai sunatullah kehidupan makhluq..

Hasil pengamatan Ahidi sampai pada kesimpulan bahwa ternyata tempat ini adalah wahana simulasi, tempat gemblengan dan persiapan untuk menghadapi sesuatu yang sangat besar. Sesuatu yang akan mengguncangkan dunia bahkan alam semesta pun akan merasakan getarannya...

'Simulasi Tempur' sengaja diciptakan untuk menghadapi skenario yang kompleks, sebuah master plan kehidupan yang penuh hikmah kebijaksanaan, refleksi Sang Pencipta Yang Maha Rahmaan dan Rahiim.. Karunia terbesar dan anugerah kehidupan yang tiada tara indahnya dalam wisata kecantikan dan kebahagiaan hakiki.. wujud kasih sayang abadi yang tak pernah bisa ditemukan pada objek-objek yang tak punya ke-Maha-an… Kerajaan Cinta, menyelenggarakan paket pelatihan ini agar manusia mampu menempuh jalan untuk meraih Cinta…

Dalam simulasi ini, peserta diperkenalkan tentang sebuah misi suci yang harus dipenuhi sebagai identitas kemuliaan sosok terlatih, dan inilah bimbingan yang paling bemanfaat untuk meraih cinta.. Lakukanlah apapun yang kau inginkan tapi larangannya hanya satu,”Janganlah kau dekati pohon ini…!”



Oww.. Instruksi yang cukup sederhana..! Dari sekian keinginan yang sangat mudah untuk didapatkan di sini, tapi satu larangan saja ternyata menjadi tantangan besar untuk bisa tertunaikan. Ada apa dengan manusia??? Satu larangan saja tak mampu ia penuhi… Rupanya kenyataan akan kehadiran 'sang penghasut sombong', menjadi musuh yang menantang hidupnya… Inilah awal dari sebuah pertempuran panjang dan takkan pernah usai hingga seluruh makhluq kembali kepada-Nya.

Cukup lama Ahidi mengamati situasi ini, dan ia pun mendapatkan beberapa pelajaran…

Pelajaran pertama!!! bahwa manusia adalah makhluq sangat lemah dan tak mampu berbuat apa-apa kecuali ia memohon dan menggantungkan dirinya kepada Dzat Yang Memiliki Kekuatan. Ketika kesadaran dirinya sampai kepada keadaan yang begitu hina dalam ketidak berdayaan seiring dengan kepasrahan, kebergantungan, kerelaan dan keridhoan kepada-Nya, maka dia sedang mengosongkan dirinya untuk bersiap menerima kekuatan Yang Sangat Dahsyat “The Real SUPER POWER” and The Only Choice… Allah SWT.

Pelajaran Kedua!!! bukanlah sesuatu itu dikatakan ‘cinta hakiki’ apabila ia diperoleh tidak melalui perjuangan yang pahit dan getirnya sampai mengguncangkan jiwa, bercucuran keringat, berlinang air mata dan bersimbah darah di medan pertempuran hidup sebagai skenario yang pasti atas hukum keseimbangan yang dikehendaki Sang Pencipta.. Dialah Allah SWT yang telah menciptakan alam ini dengan berpasang-pasangan, sebuah kenyataan akan eksitensi Diri-Nya yang Ahad dan tak ada yang esa selainnya, sebagai eksistensi dari Keabadian hakiki di saat segala sesuatu selain-Nya pasti akan hancur, sebagai eksistensi dari ke-Maha Rahmaan dan Rahiim-an yang memberikan Cinta Abadi-Nya di atas segala kesombongan makhluq yang telah keluar dari batas-batas ketentuan-Nya..

Maka, kenyataan akan takdir musuh yang diidzinkan Allah untuk menampakkan kesesatannnya dalam kehidupan ini adalah menjadi jalan dan media pembuktian loyalitas yang tunggal, aktualisasi pembelaan yang tak pernah pudar sebagai wujud kesetiaan atas keimanan yang teguh karunia Allah SWT, sekaligus.. penghancuran bagi seluruh duri-duri yang menghalangi terwujudnya Cinta…

Sang pujangga cinta berkata,”Janganlah kau bingung atas kenyataan orang-orang yang keluar dari cinta-Nya, karena ia telah memilih untuk melawan Cinta… Syurga bagi orang-orang yang mengejar Cinta dan neraka bagi orang-orang yang melawan Cinta…”

Di langkah berikutnya... di saat Ahidi sampai pada pengamatan pelajaran yang ketiga, ia tak kuasa menahan tangis.. tubuhnya tersungkur sujud...



To be continued…

0 komentar:

Copyright © 2009 - The Secret Of Spirit - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template