TAHTA HAMBA - Cinta Ahisla (Part-8)



Gelar simulasi ketiga ditayangkan…

Tampaklah SANG RAJA berhadapan dengan budak-budak-Nya, para budak itu dibariskan dalam 3 (tiga) kelompok… Kelompok pertama berinisial M, Kelompok kedua I dan kelompok ketiga A… maka dipanggillah masing-masing ketua kelompok tersebut...

Lalu SANG RAJA berkata,”Wahai hamba-hamba-Ku, apakah kalian menyadari bahwa Aku ini adalah Raja Diraja, Raja kalian dan Raja di seluruh kerajaan-Ku? Dan apakah kalian tau bahwa saat ini kalian hidup dalam Kerajaan Ku? dan apakah kalian yakin bahwa tak ada kerajaan selain Kerajaan-Ku?”

Seluruh budak menjawab,”Tentu wahai SANG RAJA”.

Kemudian SANG RAJA berkata lagi,”Apakah kalian hendak mengabdi kepada Ku wahai hamba-hamba Ku?” Seluruh budak pun menjawab,”Tentulah, karena kami hadir di sini hanya untuk mengabdi kepada-Mu”.

Kata SANG RAJA,“Wahai kelompok M, engkau sebagai budak pertama, kemarilah…!!! Benarkah apa yang engkau katakan tadi?” Ketua Kelompok M menjawab,”Benar wahai TUAN-ku”.

Kata SANG RAJA,“Wahai kelompok I, engkau sebagai budak kedua, kemarilah…!!! Benarkah apa yang engkau katakan tadi?” Ketua Kelompok I menjawab,”Benar wahai TUAN-ku… apakah engkau melihat keraguan pada pernyataan ku ini…”

Kata SANG RAJA,“Wahai kelompok A, engkau sebagai budak ketiga, kemarilah…!!! Apakah benar apa yang kau nyatakan tadi bahwa engkau hendak mengabdi kepada Ku?” Kelompok A menjawab,”Tentulah TUAN-ku, benar… kami ada bukan untuk melakukan yang lain selain mengabdi kepada-Mu saja…”

Kemudian SANG RAJA berkata lagi,“Sekarang dengarlah wahai hamba-hamba Ku!! … Aku akan memberitahukan kepada kalian bagaimana CARA MENGABDI KEPADA-KU DALAM KERAJAAN-KU INI… Apakah kalian ingin mengetahuinya…?”

Para budak pun menjawab serentak,“Tentulah Wahai RAJA ku, karena hidup kami hanya untuk mengabdi kepada-Mu saja… Beritahukanlah kepada kami bagaimana cara mengabdi kepada-Mu sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki..!”

Maka SANG RAJA DIRAJA pun berfirman, “Sujudlah kalian kepadanya!!!!” Rupanya SANG RAJA berkehendak agar kelompok M dan I tunduk kepada A, dan agar seluruh anggota kelompok A pun tunduk kepada A sebagai ketuanya… itulah sistem peribadatan SANG RAJA...



Lagi-lagi SANG RAJA berkata,

”Wahai M, ketundukanmu kepada pihak A menunjukkan tugasmu untuk melayani mereka…

Wahai I, ketundukanmu kepada pihak A menunjukkan tugasmu untuk taat kepadanya menjalankan perintah-perintahnya…

Wahai A, Aku jadikan kedudukanmu seperti itu menunjukkan bahwa engkaulah yang akan memimpin kelompokmu dan kelompok I untuk tunduk patuh kepada-Ku, kelompok M tunduk patuh kepada-Ku untuk melayani kalian, maka kalian dan mereka semuanya mengabdi kepada-Ku…”

Kata SANG RAJA,"Aku memiliki dua kerajaan, satu kuamanatkan kepada kalian wahai M… Tugas pengelolaan atas kerajaanku itu sepenuhnya dalam rangka melayani mereka kelompok A… sedangkan satu kerajaan lagi Aku amanatkan kepadamu wahai A untuk ditegakkan keadilan di dalamnya dan dipelihara kelestariannya… "

Semua hamba-hamba itu heran dan bertanya-tanya… M,I dan A mengungkapkan pertanyaannya…

M bertanya,” Selama ini Engkau telah mengamanatkan kerajaan-Mu yang satu pada kami, dan kami menjalankannya tanpa pembangkangan kepada-Mu, lalu mengapa Engkau amanatkan kerajaan-Mu yang satu lagi pada kelompok A, padahal kelompok A telah Engkau jadikan mereka akan saling bertentangan dan menumpahkan darahnya di Kerajaan-Mu, tidakkah mereka akan mengotori Kerajaan-Mu..? sedangkan kami ini senantiasa menyucikan engkau tanpa pertentangan dan pertumpahan darah?”

I pun bertanya kepada SANG RAJA,” mengapa Engkau amanatkan kerajaanmu yang mulia itu pada kelompok A , padahal mereka telah Engkau jadikan dari sesuatu yang hina…, apakah ia akan mampu mengemban tugas berat itu sedangkan ia belum lah punya pengalaman?”

A juga ikut bertanya,”mengapa Engkau amanatkan kerajaan yang satu itu kepada ku, bukankah gunung yang kokoh, langit yang terbentang luas, bumi yang terhampar lebih pantas menerimanya?"

Sang Raja hanyalah menjawab,”Akulah yang Maha Mengetahui…Bukankah kalian adalah hamba-hamba Ku yang telah menyatakan siap mengabdi kepada-Ku?, bukankah kalian mengakui dan menerima Aku sebagai Raja Diraja dalam Kerajaanku ini?, bukankan kalian semua mengetahui tidak ada yang lain selain Kerajaan Ku ini?, tak ada Raja yang sebenarnya selain Aku, Bukankah begitu…?"

Semua budak, menjawab,”Tentulah Wahai Rajaku… kami menerima Engkau seperti yang Engkau katakan…”

SANG RAJA pun menegaskan kembali perintahnya,”Kalau begitu, lakukanlah perintahku, Sujudlah kalian kepadanya!!!” Seraya SANG RAJA menunjuk si A agar seluruh M, I tunduk kepadanya.

Lalu SANG RAJA pun menjelaskan kembali,”Wahai hamba-hamba-Ku, Akulah yang lebih Mengetahui tentang segalanya dari pada kalian, bukankah Aku Yang Mengajarkan kalian?, Akulah Pemilik Otoritas yang berhak memutuskan bagaimana kalian mengabdi kepada-Ku, Akulah Pemilik Legalitas yang menentukah sah dan tidaknya pengabdian kalian, dan Akulah Pemilik Loyalitas yang berhak menuntut ketunduk patuhan kalian...Akulah yang akan memberikan Cinta-Ku kepada kalian yang mencintai-Ku”

Kemudian... SANG RAJA membuktikan hakikat kebenaran putusan-Nya… bahwa untuk meraih cinta-Nya ia akan melihat hamba yang benar-benar mencintai-Nya, hamba yang mampu melepaskan keterikatan cinta kepada selain-Nya, hamba yang mampu mencintai apapun karena-Nya… tapi SANG RAJA hendak menguji hamba-Nya… bahkan SANG RAJA pun telah MENGETAHUINYA… dan SANG RAJA akan MEMBUKTIKANNYA bahwa ketulusan cinta-Nya hanya akan tertampung oleh hati hamba-Nya yang ikhlash...

Simulasi ketiga belumlah berakhir, tapi tanpa terasa Ahidi tertidur di dalam gua, matanya terpejam dalam terangnya cahaya di dalam gua itu... Seterang apa pun cahaya matahari, tiada artinya bagi mata yang terpejam... seterang apapun cahaya Ilahi, tentulah tetap gelap bagi hati yang buta...



To be continued...

0 komentar:

Copyright © 2009 - The Secret Of Spirit - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template